ilustrasi:foto pribadi.

Konggregasi Societas Verbi Divini (Serikat Sabda Allah atau lebih dikenal SVD) didirikan bertepatan dengan tanggal lahir Santa Perawan Maria, 8 September. 

Apakah itu sebuah kebetulan? Atau, itu adalah rencana Allah? Bagaimana kita menarik hubungan antara kelahiran Maria dan SVD? 

Saya ingin membagikan dua hal ini: Maria dan SVD.

Santa Perawan Maria adalah anak dari Santa Anna dan Santo Yoakim. Kelahiran Maria adalah jawaban Tuhan atas ketekunan dan kesetiaan doa dari orang tuanya, Santa Anna dan Santo Yoakim. 

Kemudian, Tuhan merencanakan karya besar dalam diri Santa Maria. Tuhan memilih Maria untuk mengandung dan melahirkan Putera-Nya, yang diberi nama Yesus Kristus. Itu adalah rencana Allah: mengutus Putera-Nya ke tengah dunia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. 

Putera-Nya itu lahir dari Santa Perawan Maria sebagaimana dikisahkan Injil dengan berbagai versi, salah satunya tentang silsilah kelahiran-Nya. Silsilah kelahiran menandakan bahwa Yesus juga manusia sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Silsilah itu juga sebagai tanda bahwa Tuhan merencanakan sebuah karya keselamatan tentang manusia. 

Selanjutnya, bagaimana dengan kelahiran SVD?

Serikat ini didirikan oleh Santo Arnoldus Janssen pada 8 September 1875 di Steyl, Belanda. 

Santo Arnoldus Janssen berasal dari keluarga petani. Ia adalah anak kedua dari sebelas bersaudara. Ayahnya bernama Gerhard Janssen dan ibunya Anna Katharina Wellesen. 

Kedua orang tuanya menanamkan hidup doa sejak kecil bagi anak-anak mereka. Hal ini membuat Santo Arnoldus Janssen menjadi seorang yang tekun dalam doa, memiliki semangat dalam misi dan karya.

Ia mendirikan SVD karena ia ingin membawa Sabda Allah kepada seluruh dunia, terutama kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan serta kepada mereka yang mengalami ketidakadilan, hidup dalam penderitaan dan kemiskinan. 

Santo Arnoldus Janssen menulis: “Viva Deus Uno e Trino em nosso coração e no coração de toda a humanidade.”

Santo Arnoldus Janssen sangat setia dalam doa dan tekun dalam karyanya demi tercapai tujuan misinya. Ia berdoa agar Tuhan mendengarkan niatnya membawa Injil kepada semua orang di seluruh dunia. 

Ia juga mendukung doanya dengan bekerja menyebarkan brosur kepada semua orang agar mereka membantunya secara finansial guna mendirikan sebuah konggregasi yang siap untuk mengutus para misionaris ke seluruh dunia. 

Tuhan menjawab doa dan perjuangan Santo Arnoldus Janssen. Dalam bimbingan Roh Kudus, ia membeli sebuah bar tua di Steyl, Belanda untuk memulai karya misinya. 

Sejak saat itu, ia berhasil mengumpulkan orang muda untuk dididik dan disiapkan menjadi misionaris. Kemudian, ia mengutus mereka ke seluruh dunia membawa kabar sukacita, membawa Injil (sabda Tuhan) ke seluruh dunia.

Misionaris pertama yang ia utus ke tanah misi adalah Santo Yosef Freinademetz dan John Batista Anzer. Mereka diutus ke China. 

Hingga saat ini, di usianya ke 150 tahun, serikat ini telah mengirim banyak misionaris ke seluruh dunia untuk membawa Kabar Sukacita, membawa Injil kepada semua orang. 

Sekarang, bagaimana kita menarik hubungan antara kelahiran Santa Perawan Maria dan kelahiran SVD? Apakah itu adalah sebuah kebetulan keduanya dilahirkan pada tanggal yang sama?

Dalam pendalaman saya, itu bukan sebuah kebetulan, sebaliknya sebuah rencana besar Allah. 

Santa Perawan Maria dilahirkan sebagai jawaban Allah terhadap kesetiaan doa dari orang tua Maria. Kelahiran Maria juga adalah rencana Allah untuk memulai sejarah keselamatan manusia. 

Hemat saya, SVD pun demikan. Konggregasi ini lahir sebagai jawaban Allah atas kesetiaan doa dan ketekunan karya Santo Arnoldus Janssen. Konggregasi ini lahir sebagai rencana besar Allah untuk mengutus para misionaris membawa kabar sukacita dan nilai-nilai Injil ke seluruh dunia. 

Semua itu bermula dari doa, lalu didukung dengan karya nyata, dan berakhir dengan kelahiran.

Doa yang tekun adalah akar kedekatan manusia dengan Tuhan, lalu akar itu merambah dalam karya ke segala arah dan melampaui segala sekat, dan pada akhirnya ada 'kelahiran-kelahiran' baru sebagai 'buah' dari doa dan karya.

Di usianya ke 150 hari ini, konggregasi ini tetap tumbuh dalam doa (Ekaristi dan kegiatan rohani lainnya). Konggregasi ini tetap aktif berkarya dalam empat bagian penting, yaitu animasi Kitab Suci, animasi panggilan, komunikasi, serta Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan. 

Semua itu menjadi sukacita besar. Sukacita inilah dapat saya sebut sebagai kelahiran baru.

Selamat merayakan 150 tahun. Semoga hati Yesus hidup dalam hati semua manusia.

Salam dan doa.