Ilustrasi: pixabay.com


aku meletakkan kesedihan-kesedihan
seperti meletakkan buku-buku
pada rak kayu
di sebuah ruangan

kubiarkan segala kesedihan itu memanjang
dengan judul-judul yang gampang
dikenang

aku berharap, pada suatu waktu 
aku memasuki kembali ruangan itu
dan menemukan kesedihan-kesedihan 
berderet-deret di situ

hari di mana aku memasuki ruangan itu
tak aku temukan lagi kesedihan-kesedihan itu
seorang telah menggantikannya dengan sebuah pesan: "aku meminjam kesedihan-kesedihanmu”

hari itu juga, aku membayangkan
betapa ia begitu menderita
menjalani hari-harinya

sebab kesedihan-kesedihan
yang aku letakkan di rak kayu itu
tercipta dari kehilangan-kehilangan

(Desember, 2020)

Jalan Pulang


kau memasuki kamarmu
dan menemukan kenangan terpajang di dinding

masa lalu dan masa kini terpisah kain jendela
kau sibak dan menemukan dirimu sebatang cemara

di dahannya, duduk murung seekor burung
yang diam-diam terbang entah ke mana

ke mana pun ia pergi, 
kau percaya ia akan kembali
kepada cemara yang tabah di hadapan musim

demikian kau, Maria
cinta yang tabah 
tahu jalan pulang

(Ledalero, 2021)