![]() |
| Ilustrasi: pixabay.com |
aku mendengar tonggoret
melihat burung-burung terbang kepada dahan
daun-daun dipermainkan angin
melambai-lambai seperti mainan di etalase toko
ibu pernah berkata, musim-musim ditandai suara binatang,
jatuh daun-daun, dan hembusan angin
aku paham:
segala yang hidup memiliki isyarat
di beranda pagi ini
aku melihat segala yang tumbuh kepada langit
meninggalkan isyarat:
daun kepada dahan
angin kepada tanaman
matahari kepada tanah
kau kepadaku
seperti melihat musim kemarau di padang
(Detukeli, 2023)
Menunggu Pagi
“pernah kau duduk menunggu pagi?” tanyamu
menyaksikan awan berkeping-keping
seperti potongan-potongan dirimu:
patah
sedih
tawa
luka
“pernah kau duduk menunggu pagi?” tanyamu
menyaksikan kepingan awan
sebagai kita yang dipermainkan angin
ke mana kita dibawa
aku melihatmu ada:
selalu
(Detukeli, 2023)

0 Komentar