Puisi Di Hadapan Jendela
ilustrasi foto selo lamatapo


di hadapan jendela, jalan terbentang lengang 
dan anak manusia melihat dirinya adalah seorang petani 
yang berjalan dengan langkah pendek kepada ladang

ini musim hujan, tapi tiada mendung menggantung di pucuk-pucuk gamal
tiada hujan jatuh berderai-derai menghalau debu-debu di atap

di hadapan jendela, musim-musim terbentang panjang 
yang diam-diam menjelma kesedihan
tapi anak manusia melihat dirinya adalah petani tua di pondok ladang 
yang lupa cara bersedih

(untuk ayah) 

Agustus 2020




Atas Nama


atas nama perpisahan, 
ia merengkuh tubuhku dengan lengan pendeknya 
dan menangis dalam pelukan paling penuh

atas nama janji, 
aku mengatakan:
kita pasti bertemu kembali
dan ia eratkan pelukan 
hingga jarak benar-benar remuk

atas nama ketakutan, 
di telinga kirinya aku ingatkan: 
jangan peluk erat-erat 
jarak paling jauh kerap tercipta dalam pelukan paling penuh

ia merengkuh lebih erat
dan atas nama cinta, 
aku bilang: 
cintai aku dengan cinta paling panjang dari lenganmu
dan dengan cinta paling penuh dari pelukanmu

Agustus 2020