Puisi-puisi Selo Lamatapo

ilustrasi oleh Johan Paji


minggu subuh
hujan jatuh seperti rindu
berderai-derai
dan dingin menjelma kenangan

di tepi kasur
lelaki murung duduk memeluk lutut
bagai memeluk tubuh kekasih

di kaca jendela
embun basah menjelma wajah sedih 
seorang perempuan
yang menolak dipeluk

"Kaukah itu, Maria?"

tak ada sahutan
hanya derai hujan

(Mei, 2020)



Batas


bagaimana mesti melupa, Maria? 
kau serupa cahaya pada sumbu
yang tak mampu aku sembunyikan

dengan batas seperti apa, Maria?
batas tercipta untuk menyembunyikan dua kenyataan:
kita sedang merindu, dan terluka. 

(Mei, 2020)



Cinta yang Kekal


tanpa sesal,
kau memilih lupa
sebab terlampau banyak luka
kau pikul

kepala yang kerap mengenang
kini dingin dan kosong

kenangan hilang
seperti kabut ditelan terang 

tapi cinta tinggal kekal

(Mei, 2020)