Puisi Dingin di Kapel
Ilustrasi oleh Selo Lamatapo

Oleh Selo Lamatapo


hari belum sungguh terang 
ketika angin membawa dingin 
ke dalam sebuah kapel tua

di dekat dinding
seorang lelaki kurus duduk memeluk tubuhnya

sambil memandang tubuh Tuhan pada kayu palang 
ia mendengar kisah Lazarus dibacakan:
si miskin malang itu
duduk meminta-minta
di bawah meja tuan

ketika dingin menusuk-nusuk bagai paku
ia eratkan pelukan pada tubuhnya
dan ia bilang:
apa yang paling miskin dari hati yang dingin? 

tiba-tiba ia merasa malu
melihat tubuh Tuhan tanpa baju di salib

(Juli, 2020)


Cinta yang Dalam


ia duduk di atas karang 
menghadap laut

hamparan laut menjelma cinta
dan ia tak peduli seberapa dalam ia jatuh
sebab ia percaya 
seseorang menjelma arus laut 
membawanya kepada kehidupan atau kematian
 
apa pun akhirnya 
cinta yang dalam
tak pernah bertitik simpul 

(Juli, 2020)